Golput Aja aAh….

Beberapa bulan lagi kita akan menyelengarakan pesta demokrasi. Foto-foto calon anggota dewan menghiasi setiap sudut kota tanpa memperhatikan estetika kota. Bendera-bendera partai pun berkibar dimana-mana, yang menggambarkan kesiapan mereka dalam menghadapi ’pertarungan’ yang akan segera dimulai. Semangat membara berkobar di tiap tubuh partai. Bahkan saking semangatnya, belum apa-apa sudah ada pertarungan dalam partai itu sendiri. Suasana pun semakin memanas ketika begitu banyaknya orang yang ingin jadi pemimpin. wuiHhhh…makin seru aja ni pertarungan…

 

Sesaat aku harus menghela nafas. Kondisi ini tidak membuat aku bangga akan negeri ini. Bayangan masa lalu masih terus mengantuiku, dimana pesta demokrasi tahun sebelumnya aku mendengar jutaan janji dan mimpi-mimpi. Aku banyak berharap akan ada perubahan. Apalagi ketika itu untuk pertama kalinya kita memilih wakil rakyat dan presiden. Tapi pada kenyataannya, wakil rakyat yang duduk di istana megah itu, yang seharusnya bisa mewujudkan aspirasi rakyat, malah menjadi penghianat bagi rakyat. Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’un….. astagfirullah…… kata –kata yang terucap saat mendengar berita tentang korupsi anggota dewan, skandal sex, dan perilaku mereka yang tidak mencerminkan wakil rakyat. [Sebelumnya maaf, tulisan di atas hanya untuk orang-orang yang terbukti melakukan hal seperti itu. Saya juga tahu dan yakin, masih ada anggota dewan yang memang sungguh-sungguh ingin memperjuangkan rakyat, dan bersih dari perilaku buruk].

 

Melihat kondisi seperti itu, rasanya males sekali tahun ini harus memilih lagi. Saya takut kejadian yang lalu akan terulang. Saya takut mereka yang terpilih akan meneruskan tradisi sebelumnya. Kalau gitu…GolPut Aja aAh… klo golput kan, kita ga akan berdosa karena telah milih orang yang salah.

 

Tapi, pemikiran seperti itu salah teman. Bahkan bisa berakibat fatal. GOLPUT TIDAK AKAN MENYELESAIKAN MASALAH. Hanya akan menambah masalah. Dengan golput berarti kita membiarkan orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk menang, untuk memenuhi ambisinya menjadi anggota dewan yang terhormat, melenggang berjalan dengan mulus menuju istana [gedung DPR,red].

 

Bagaimana pun roda kehidupan terus berjalan, dan kita ada dalam perjalanan roda kehidupan itu. Kita ada dalam sistem demokrasi ini, kita tinggal di Indonesia. Jangan sampai kita membiarkan orang-orang seperti itu menguasai negara ini. Kita harus menentukan siapa yang bener-bener layak menjadi wakil rakyat. Saya yakin, pasti ada. Mungkin kita belum menemukan orang hebat untuk menjadi wakil kita, untuk menjadi pemimpin kita, tapi pasti kita punya orang yang keburukannya paling kecil. Ya…pilihlah partai atau anggota dewan, atau presiden yang memiliki keburukan paling kecil. Pasti ada!

 

Roda kehidupan ini pun terus berputar. Semoga tahun ini roda itu ada di atas. Sehingga kehidupan kita lebih baik. Semoga Allah menghantarkan hati kita untuk condong memilih kepada wakil rakyat yang bener-bener layak untuk kita. Amien

Comments (3) »

Mengapa kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan?

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat baik bagimu; Allah mengetahui sedang Allah tidak mengetahui” (Q.S. Al Baqoroh : 216)

Itulah ayat yang bisa menjawab pertanyaan di atas. Sesuatu yang kita harapkan dan kita cita-citakan belum tentu bisa terwujud, walaupun mungkin kita sudah bekerja keras. Jika dilihat dari sisi insaniyah, pasti kita akan kecewa jika itu terjadi. Makanya Allah memerintahkan kita untuk bertawakal setelah berikhtiar, yaitu menyerahkan keputusan akhir kepada Allah. Dia yang lebih tahu mana yang terbaik untuk kita.

“ …Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya” (Q.S. Ali Imran : 159)

Dengan bertawakal kepada Allah, maka hati kita akan selalu yakin bahwa apa yang terjadi adalah yang terbaik yang Allah putuskan untuk kita. Pasti ada hikmah dibalik peristiwa. Itulah sisi robbaniyyah pada diri kita. Keduanya akan selalu bergulat dalam hati. Orang yang memperkuat sisi robbaniyahnya, dia akan menang melawan kegalauan. Akan tenang hatinya karena telah memasrahkan semuanya kepada Allah. Dia yang memperkuat sisi insaniyahnya, maka akan lebih sering mengeluh dan tidak bersyukur. Kita perlu strategi untuk mengelola keduanya.

Tidak masalah kalau kita menangis karena sedih, merenung karena bingung, atau mungkin kita juga mengeluh karena kecewa. Anggap saja kita sedang megeluarkan energi negatif dalam diri kita. Tapi janganlah berlarut-larut, kecuali dihadapan Allah. Di saat kondisi seperti ini, semakin dekat dengan Allah. Rasakanlah, ketika kita bersujud sambil menangis memohon pertolongannya, Allah sedang memeluk kita dan mengusap membelai rambut kita. Percayalah, Allah sangat mencintai hamba-Nya yang bersabar.

Kesabaran itu ibarat satu sisi dari mata uang logam. Sisi yang yang satunya lagi adalah pengorbanan. Kita akan menemukan definisi kesabaran setelah banyak yang telah dikorbankan untuk mewujudkan sesuatu yang kita inginkan.

Comments (2) »

Pantas Saja Allah Memberikan Surga Untuk Mereka

Sebulan yang lalu, keluargaku terkena musibah. Karena janin dalam kandungan kakakku tidak berkembang, maka terpaksa harus digugurkan. Jelas sekali dia menolak. Soalnya hampir 6 tahun diam menunggu kehadiran bayi itu. Kemudian dia berusaha mempertahankan kandungannya itu dengan harapan ada keajaiban. Do’a dan ikhtiar pun tak henti-hentinya dia dan suaminya dia lakukan. Dua minggu kemudian dia merasakan hal yang aneh pada kandungannya. Awal-awalnya keluar plek. Kemudian dia merasakan sakit punggung, sama seperti yang dialami wanita saat akan haid. Lama kelamaan rasa sakit punggung itu disertai mules. Makin lama, rasa mules itu tidak tertahankan lagi. Mungkin sakitnya sama kayak melahirkan. Dalam kondisi seperti itu pun dia masih sangat berharap kandungannya bisa dipertahankan. Karena dah ga tega liat dia terus-terusan kesakitan, akhirnya aku bawa dia ke rumah sakit sekitar pukul 12 malam. Sebelum berangkat, kakakku minta ke kamar mandi dulu. Dan ternyata dia mengeluarkan darah. Dari sana dia baru bisa yakin kalau dirinya sedang keguguran. Hatinya hancur, dan tangisan hebat pun menggetarkan kamar mandi saat itu. Sama halnya dengan hatiku, hancur, sakit hati, dan kecewa.

Kemudian setelah di bawa ke rumah sakit, ternyata kata dokternya belum ada pembukaan. Jadi harus di USG dulu, apakah bayinya bisa dipertahankan atau tidak. Setidaknya hati agak sedikit lega, berharap janinnya bisa bertahan. Tapi ternyata Allah berkehendak lain. Hasil USG menyatakan janin itu pada akhirnya harus diambil juga.

Sebagai manusia, pasti kita akan sedih dan kecewa. 6 tahun bukan waktu yang sebentar untuk menunggu. Tapi kita juga makhluk Tuhan. Dia yang Maha Berkehendak atas diri kita. Mungkin Tuhan punya maksud lain dibalik semua ini, yang saya yakin ini untuk kebaikan kami sekeluarga.

Sebenarnya yang saya soroti dari kejadian ini adalah fitrahnya wanita. Setiap wanita pasti menginginkan hamil, memiliki anak, melahirkannya, dan bisa membesarkannya. Walaupun dia tahu betapa besar resiko yang harus dihadapi ketika hamil, apalagi saat melahirkan. Betapa sayangnya seorang ibu pada anaknya sampai berani mempertaruhkan nyawa untuk anaknya. Ketika hamil pun, banyak resiko yang harus dihadapi. Menanggung beban anaknya dalam kandungan selama 9 bulan. Apalagi dia pun harus merawatnya sampai dewasa. Pantas saja Allah menjanjikan surga bagi wanita yang meninggal karena melahirkan. Dia menjadi seorang syahidah. Sama seperti laki-laki yang meninggal di saat perang membela kebenaran.

Leave a comment »

sebuah catatan hati dalam perjalanan

bismillaahirrahmaanirrohiim

alhamdulillah,,,waktu hari sabtu tgl 11 Oktober 2008 lalu saya dan teman-teman jalan2 ke ciwidey. tepatnya ke Kawah Putih dan Situ Patenggang.perjalanan yg menyenangkan…ya walaupun ga banyak yg ikut,tapi keceriaan dan kebersamaan itu sangat terasa.

ada hal penting yg menjadi catatan hati waktu jalan2 ksana.sebenarnya, kemanapun saya pergi hal itu slalu ada dalam pikiran dan hati saya.bahkan,dari mulai saya melangkahkan kaki dari rumah.

waktu sampe di kawah putih,qta akan dimanjakan dengan udara yg sejuk, dingin, pemandangan yg indah, subhanallah…jadi teringat akan kebesaran-Nya. Allah Maha Adil, Dia ciptakan udara panas, tapi dia juga ciptakan udara dingin. Nikmat mana lagi yang kau dustakan?

setelah dari kawah putih qta menuju Situ Patenggang.sepanjang jalan mata ini sejuk skali melihat hamparan hijau kebun teh yang berbukit-bukit.subhanallah….Nikmat mana lagi yang kau dustakan?

belum lagi di situ patenggang, udara sejuk, danau yang tenang, dan kesetiaan alam menemani qta dalam perenungan kebesaran-Nya.

tapi bukan hanya itu yg menjadi catatan hati saya. ada sesuatu yg tidak pernah lepas dari benak saya,yaitu orang2 yg saya lihat di sekitar saya. penjual makanan, penjual oleh2, petugas di tempat wisata itu.ada ibu2,bapak2,anak2,sampe nenek2 n kake2 pun ada.saya bangga pada mereka. orang2 yg tidak pernah menyerah dengan keadaan,pekerja keras. tapi terkadang saya juga kasian liat mereka.

berapa ya penghasilan mereka? cukup ga ya buat menafkahi keluarganya? kenapa anak kecil itu bekerja? kenapa ibu2 itu bekerja?anak2 itu sekolah ga ya?

itulah pertanyaan2 yg ada dibenak saya.

ada dua kejadian yg membuat saya merasa sangat bersalah. pertama, waktu di situ patenggang. jadi waktu saya dan teman2 lagi duduk sambil ngobrol2, ketawa2, becanda, ada seorang bapak dan anak (mungkin anaknya) penjual minuman yang diam ga jauh dari kita. mereka terus melihat kita.saya berpikir, mereka sangat berharap sekali kita membeli dagangannya. dan mungkin dia juga ingin merasakan kegembiraan seperti kita. mungkin enak rasanya hidup dengan serba kecukupan, bahkan mungkin lebih sampai kita bisa jalan2. tertawa, becanda, seolah lepas tanpa beban.saya pikir, mungkin itu yang ada dibenak bapak dan anaknya itu. aduh…jadi ngerasa ga enak. saya hanya bisa berdo’a semoga mereka dicukupkan rizkinya dan mendapatkan kebahagiaan seperti apa yg mereka inginkan.

kedua, pas kita mau pulang. di parkiran ada bapak yang menawarkan makanan.agak memaksa. seribu kata2 dia keluarkan agar kita mau membeli. tapi tak satupun yang kita hiraukan.peluh keringat sudah membasahi tubuhnya.ada kekhawatiran dalam wajahnya tidak bisa membawa pulang uang yang cukup untuk keluarganya. ada harapan jualannya laku banyak. padahal waktu sudah hampir senja. dagangan di tangannya masih banyak. ya…itulah catatan hati buat saya.

dengan kejadian ini, saya semakin banyak bersyukur akan nikmat yg Allah berikan untuk saya. dan untuk mereka….saya hanya bisa berdo’a, dan semakin menguatkan hati untuk memperjuangkan apa yg seharusnya menjadi hak2 orang miskin. semoga suatu hari saya bisa mrwujudkannya. amien

Comments (1) »

« pada: 20 Juli 2008, 00:28:47 »

Adakah ?

Mengapa banyak di antara kita tidak merasa bahagia?
Penyebabnya, kita lebih banyak tahu tentang : apa yang harus kita lakukan untuk menjadi orang yang bahagia
daripada tahu tentang : mengapa kita tidak bahagia.
Perasaan tidak bahagia sebenarnya adalah penyakit. Hal itu adalah bentuk dari upaya meracuni diri sendiri. mari kita rawat penyakit itu dengan cara yang terjangkau . Kita cermati gejala penyakit tersebut dan kita hancurkan gejala itu.
Dibawah ini terdaftar hal-hal yang biasanya merupakan gejala yang meracuni kebahagiaan kita beserta antibodi yang dapat menghancurkan gejala penyakit ketidakbahagiaan kita.

Racun pertama : Menghindar
Gejalanya, laridari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.
Antibodinya : Realitas
Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.

Racun kedua : Ketakutan
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan, kesulitan seksual.
Antibodinya : Keberanian
Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Kebenarian merupakan merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.

Racun ketiga : Egoistis
Nyiyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.
Antibodinya : Bersikap sosial.
Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akn diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.

Racun keempat : Stagnasi
Gejalanya berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.
Antibodinya : Ambisi
Cara : Teruslah bertumbuh, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. kita kan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.

Racun kelima : Rasa rendah diri
Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.
Antibodinya : Keyakinan diri.
Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang yakin dirinya aka kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.

Racun keenam : Narsistik
Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.
Antibodinya : Rendah hati.
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.

Racun ketujuh : Mengasihani diri
Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.
Antibodinya : Sublimasi
Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain.

Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan
Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.
Antibodinya : Kerja
Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.

Racun kesembilan : Sikap tidak toleran
Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.
Antibodinya : Kontrol diri
Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.

Racun kesepuluh : Kebencian
Gejala : Keinginan balas dendam, kejam, bengis.
Antibodinya : Cinta kasih
Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.

Simpanlah paket tiket untuk perasaan tidak bahagia dan mengaculah pada paket tiket ini saat kita sedang mengalami rasa depresi dan tidak bahagia. Gunakan sebagai sarana pertolongan pertama dalam kondisi mental gawat darurat demi terhindar dari ketidakbahagiaan berlanjut pada masa mendatang. ***

sumber : http://myquran.org/forum/index.php/topic,41409.0.html

Leave a comment »

surat cinta untuk sahabatku

Assalamu’alaykum.Wr.Wb

Sahabatku…..

bulan ramadhan telah tiba. Bersykurlah, karena Allah telah mempertemukan kembali kita dengan bulan suci ramadhan ini. Bisa jadi, ramadhan tahun ini adalah ramadhan terakhir buatku. Mungkin juga buatmu. Tak ada yang tahu apa yang Allah kehendaki untuk kita. Untuk itu, aku tidak ingin ramadhan tahun ini terlewatkan begitu saja.

Sahabatku…..

Sebelum melaksanakan shaum ramadhan ini, aku ingin membersihkan hati dari segala dosa dan kesalahan, terutama kepadamu. Mohon maaf apabila ada tutur kata yang pernah menyakitkan, sikap yang tidak berkenan di hatimu. Dan aku pun telah memaafkanmu. Aku selalu yakin, kuatnya persahabatan kita selama ini adalah bukti bahwa kita selalu saling memaafkan.

Sahabatku…..

Ramadhan adalah milikku, milikmu, milik kita semua. Marilah kita bersama-sama saling mengingatkan dan memotivasi untuk mempersembahkan ibadah terindah hanya untuk Allah semata. Semoga kita dipertemukan kembali di surga yang Allah janjikan untuk orang-orang yang bertaqwa.

Sahabatku…..

Selamat menjalankan ibadah shaum ramadhan. Semoga kita menjadi orang-orang yang bertaqwa. Maafkan selalu kesalahanku, karena aku takut ini adalah ramadhan terakhirku…

wassalam

Comments (5) »

Menjaga Semangat Ramadhan

Bismillahirrahmaanirrohiim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin. Segala puji bagi Allah yang masih memberikan karunia umur kepada kita semua sehingga kita dipertemukan kembali dengan bulan suci ramadhan. Bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

Bulan ramadhan adalah madrasah jiwa yang disiapkan oleh Allah untuk mendidik umat islam agar lebih taat kepada-Nya dan melahirkan generasi yang muttaqien.

“ Hai-hai orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” (Q.S. Albaqoroh:183).

Selama mengikuti pendidikan itu, umat islam banyak diuji. Mereka diharuskan menahan diri dari rasa lapar, haus, dan hawa nafsu pada waktu yang telah ditentukan. Pada saat itu pula keimanan umat islam diuji. Bagi mereka yang berhasil melewati ujian itu, maka Allah akan membalas dengan pahala yang berlipat-lipat.

“ Semua amal anak adam adalah untuknya, kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberinya pahala. Anak adam meninggalkan makan dan syahwatnya karena-Ku” (HR Ibnu Khuzaimah)

untuk itulah, kita harus senantiasa mempersiapkan diri agar setiap bulan suci ramadhan kita bisa beribadah dengan optimal agar menjadi muttaqien. Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi ilmu dengan siapapun yang membaca blog ini, tentang BAGAIMANA MENJAGA SEMANGAT RAMADHAN. Materi ini saya dapatkan dari sebuah acara ta’lim tarhib ramadhan pada tanggal 30 Agustus 2008 di mesjid Habibburahman oleh Ust. Udin (orang Indonesia yang menuntut ilmu di Sudan).

Menjaga semangat ramadhan

Ada hal yang harus dlakukan

  1. Penyambutan yang baik
  2. Pelaksanaan yang optimal
  3. Pengaplikasian yang Istiqomah

Penyambutan yang baik

Ada 10 cara menyambut ramadhan yang baik, yaitu :

  1. memperbanyak do’a. Sebelum ramadhan sering-seringlah berdo’a agar diberi kesempatan untuk bisa melaksanakan shaum ramadhan tahun ini, memohon kesehatan, dan memohon agar selalu bersemangat mengisi ramadhan dengan amalan sholeh, serta dihindarkan dari hal-hal yang dapat menganggu optimalisasi ramadhan.
  2. memperbanyak pujian dan syukur kepada Allah SWT. Rasa syukur yang diwujudkan dalam bentuk keta’atan kepada Allah yang semakin meningkat
  3. bergembira dan ceria menyambut ramadhan
  4. menyusun perencanaan yang baik untuk optimalisasi ramadhan
  5. tekad yang sungguh-sungguh untuk mengoptimalkan di bulan suci ramadhan kali ini. Azamkan dalam hati untuk melaksanakan apa yang telah direncanakan. Jangan sampai rencana hanyalah rencana, hanya tulisan di atas kertas yang tidak ada wujud konkritnya.
  6. Ilmu dan pemahaman yang baik terhadap hukum-hukum dan aturan-aturan ramadhan.

“ …maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui” (Q.S Al Anbiya:7)

  1. pengkondisian jiwadan ruhani melalui bacaan, telaah kitab dan buku, mendengarkan ceramah-ceramah, dsb.
  2. persiapan dan perencanaan yang baik untuk da’wah. Sesuai dengan perintah Allah agar manusia saling menasehati. Sebaiknya kita pun bisa mengajak saudara-saudara yang lain untuk mengoptimalkan ibadah shaum ramadhan, misalkan sms taushiyah, tahajud call, dll.
  3. membuka lembaran putih dengan Allah, Rasulullah, keluarga, dan lingkungan sekitar. Artinya kita berusaha agar hati kita bersih dari dosa dan kesalahan sehingga selama mengerjakan shaum kita bisa semakin dekat dengan Allah.
  4. meminta maaf kepada orangtua, kerabat dekat, sahabat, dan orang-orang disekitar kita.

Pelaksanaan yang optimal

Melaksanakan secara optimal ibadah-ibadah wajib dan menghidupkan sunnah Rasul (Shadaqoh, Qiyamul Lail, Tilawah, I’tikaf, dll). Tujuan dari optimalisasi ini adalah untuk

Meningkatkan ma’nawiyah islamiyah, tsaqofah (pemahaman) islamiyah, kesadaran islam, komitmen dalam beramal, dan untuk memakmurkan mesjid.

Pengaplikasian yang istiqomah

Setelah ramadhan, manusia terbagi dua yaitu orang-orang yang menang dan orang-orang yang kalah. Orang-orang yang menang adalah orang-orang yang bisa tetap istiqomah dalam beribadah di 11 bulan berikutnya. Orang-orang yang kalah adalah mereka yang tidak bisa optimal dan ibadahnya menurun setelah ramadhan.

Comments (1) »

Kepala 2 ekor 2

Bismillahirrahmaanirrohiim

alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji bagi Allah yang masih memberikan kenikmatan untuk tetap bisa menghirup nafas sampai saat ini. semoga Allah memberkahi sisa usia ini.

dua hari yang lalu, tepatnya tanggal 19 Agustus usiaku genap 22 tahun. mungkin sudah terbilang tua jika dibandingkan dengan usia anak kecil (ya iyalah…hehehe). kalau kata temen aku sih, dah saatnya juga mikirin 2 kepala ( apa maksudnya????…).

ga ada yang berkesan dalam miladku yang ke-22 ini. seperti biasa, saya hanya bisa merenung. tapi renungannya lebih lama daripada biasa (udah tua kali ya,hehehe…). mencoba untuk menata masa depan lebih terencana lagi (amien).

Ya Allah jadikan usiaku yang terbaik adalah penghujungnya

dan hari-hariku yang terbaik adalah dimana hari-hari aku bertemu dengan-Mu

amien…

Comments (2) »

Ku siapkan diri menuju pernikahan

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji hanyalah bagi Allah yang telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik penciptaan, kemudian menyempurnakan dengan kuasa-Nya anugerah pasangan hidup yang menyebabkan manusia merasakan ketenangan, tenteram, cinta dan kasih sayang.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, beserta para sahabat, keluarga, dan pengikutnya semua yang setia hingga akhir zaman. Nabi suci yang telah memberikan tuntunan dan contoh keteladanan dalam kehidupan keluarga. Nabi mulia yang amat menghargai rumah tangga, dengan memberikan aturan yang lengkap dan rinci dalam berbagai permasalahannya. Tidak ada agama dan system hidup manapun yang mampu memberikan penghargaan secara sempurna kepada lembaga keluarga, selain Islam.

Allah menciptakan manusia dalam bentuk yan sangat indah, dan untuk mereka Allah menciptakan pasangannya. Secara naluriah manusia akan memiliki ketertarikan kepada lawan jenis. Ada sesuatu yang amat kuat menarik, sehingga laki-laki dengan dorongan naluriah dan fitrahnya mendekati perempuan. Sebaliknya, dengan perasaan dan kecenderungan alamiyah perempuan merasakan kesenangan tatkala didekati laki-laki.

Untuk merealisasikan ketertarikan tersebut menjadi sebuah hubungan yang benar dan manusiawi, Islam datang dengan membawa ajaran pernikahan. Sebuah ajaran suci yang menampik kehidupan membujang di satu sisi, namun juga menampik kebebasan interaksi laki-laki dan perempuan di sisi lain.

KUSIAPKAN DIRI MENUJU PERNIKAHAN

Itulah salah satu sub judul dari buku “DI JALAN DAKWAH AKU MENIKAH” karangan Cahyadi Takariawan. Dari banyaknya buku tentang pernikahan yang saya baca, buku ini cukup memberikan motivasi lebih. Seperti judul bukunya, buku ini memberikan pengajaran tentang tujuan kita dalam menikah. Tidak hanya sekedar menghalalkan hubungan dua insan yang saling tertarik satu sama lain, tapi menikah di jalan dakwah memberikan orientasi pernikahan itu adalah ibadah. Bahwa berkeluarga adalah salah satu tahapan dakwah untuk menegakkan kedaulatan di muka bumi Allah.

Rasulullah SAW bersabda,

“ Apakah seseorang melaksanakan pernikahan, berarti telah menyempurnakan separuh agamanya, maka hendaklah ia menjaga separuh yang lain dengan bertaqwa kepada Allah” (HR Baihaqi dari Anas Bin Malik)

“ Menikah adalah sunahku, maka barang siapa tidak suka dengan sunahku, ia bukan golonganku. Menikahlah, karena aku akan membanggakan jumlahmu yang banyak di hari akhir nanti” (HR Ibnu Majah dari Aisyah r.a)

“ Wahai para pemuda, barang siapa telah mampu diantara kalian hendaklah melaksanakan pernikahan, karena ia dapat menundukan pandangan dan menjaga kemaluan (kehormatan). Barang siapa tidak mampu hendaklah berpuasa, karena ia menjadi benteng perlindungan” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

Dan masih banyak Al Qur’an dan Hadits yang menerangkan tentang perintah menikah. Subhanallah, islam hadir dengan system yang begitu sempurna. Masalah pernikahan pun menjadi bagian yang teramat penting dalam agama ini. Islam memang hadir sesuai dengan kebutuhan manusia. Bersyukurlah kita yang telah memilih islam sebagai jalan hidup.

Lalu, kapan kita siap menikah? Begitu banyak alas an menunda pernikahan. Belum mendapatkan pekerjaan tetap, belum mapan, belum dapet izin ortu, masih ingin bebas main, ingin kuliah ampe S2 dulu, dan banyak lagi segudang alasan. Ga jadi masalah klo menunda pernikahan karena ada alasan syar’i, yang penting kita bisa menjaga diri sehingga kita terjerumus ke lubang dosa. Dan yang paling penting jangan menjadikan alasan untuk berpacaran.

Memang, klo kita pikir-pikir menikah terasa berat dengan kondisi kita yang belum mendapat pekerjaan, bahkan mungkin masih kuliah. Tapi klo jika hati kita mulai gelisah karena ada perasaan ketertarikan terhadap seseorang (sampai susah tidur, susah konsentrasi, dll), mulai tidak bisa menahan pandangan, mulai tidak bisa menahan diri, dan menikah sudah menguasai alam sadar kita, sampai tiap detik yang terpikir itu aja, saya sarankan anda untuk segera menikah, hehehe… Klo pernikahan bisa menentramkan hati, kenapa harus ditunda? J

Tapi yang pasti, dari mulai saat ini kita harus mempersiapkan diri kita untuk menuju ke jenjang itu. Apalagi kita ingin calon pasangan hidup yang baik. Ikhitiar pertama yang harus kita lakukan untuk mendapatkan pasangan yang baik adalah memperbaiki diri terlebih dahulu .

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji (pula). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik (pula). (QS An-Nur:26)

Sambil memperbaiki diri, kita harus terus menggali ilmu tentang pernikahan. Hukum, etika, aturan, dan pernak-pernik pernikahan dan kerumahtanggaan harus kita kuasai sebelum menikah. Selain itu kesiapan fisik dan materi juga. Persiapan material sebelum pernikahan dimaksudkan lebih kepada kesiapan pihak laki-laki untuk menafkahi dan kesiapan perempuan untuk mengelola keuangan. Seseorang laki-laki harus sudah memiliki pandangan dan rancangan untuk melakukan tindakan ekonomi tertentu, yaitu usaha-usaha yang halal. Mengenai berapa penghasilan yang didapatkan dari usaha tersebut jangan dijadikan tolak ukur utama untuk menilai kesiapan menikah. Yang penting etos kerja dari pihak laki-laki untuk berusaha mencari nafkah dengan seluruh kemampuan yang dimiliki.

Nah, klo dah siap dan mantap secara ruhiyah, baru lah kita berikhtiar mencari calon pasangan hidup. Ta’aruf adalah metode yang paling tepat. Terserah jalannya mau seperti apa, lewat murabbi, lewat teman, atau mungkin langsung juga gpp, asalkan tetap menjaga syari’at. Yang penting kita harus selalu yakin bahwa Allah pasti akan memberikan kita jodoh terbaik untuk kita. Jodoh itu hak veto Allah. Makanya klo sedang mencari jodoh yang harus dilakukan secara intens adalah kedekatan kita dengan Allah, bukan semakin dekat dengan laki-laki/wanita yang kita harapkan menjadi jodoh kita. Insya Allah klo kita memasrahkan semuanya kepada Allah, walaupun kita belum kenal sama sekali sebelumnya, baru bertemu dengan calon kita hanya beberapa kali pertemuan, itupun tidak berudaan karena untuk menjaga diri, klo emang dia jodoh kita, pasti Allah akan memantapkan hati kita untuk memilihnya. Insya Allah kita ga akan suka atau benci duluan, apalagi ama orang yang belum kita kenal sebelumnya. Hehehe, serulah ta’aruf itu. ^_^

Hati adalah pusat pengambilan keputusan. Agar tidak salah mengambil keputusan maka hati kita harus bersih. Oleh karena kita harus semakin mendekatkan diri kepada Allah, agar hati ini bersih.

Allah pasti akan mempertemukan kita dengan jodoh kita di waktu yang tepat, maka bersabarlah sampai waktu yang Allah tentukan itu tiba. Yang penting terus berusaha dan berdo’a.

“ Ya Allah jadikan aku ridha atas ketetapan-Mu. Berkahkanlah untukku berkaitan dengan takdir-Mu, sehingga aku tidak ingin disegerakan sesuatu yang Engkau tunda, dan tidak ingin menunda sesuatu yang Engkau segerakan. Jangan biarkan tubuhku cenderung mencari hal-hal yang bukan milikku”

Comments (2) »

TERIMA KASIH

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat serta salam untuk nabi besar Muhammad SAW, suri teladan manusia sampai akhir zaman.

Puji syukur kepada-Mu Ya Rabb, atas segala kenikmatan yang tak terhitung, yang tidak bisa tergantikan oleh apapun.

Terima kasih untuk

  1. Kedua orangtua, atas kasih sayang dan cinta kalian, atas do’a-do’a kalian yang selalu kalian panjatkan untukku, atas peluh keringat yang kalian perjuangan untukku, atas tetesan air mata sedih&bahagia untukku, atas segala yang telah kalian berikan. Tak bisa ku balas semuanya. Semoga Allah SWT membalas kalian.

Ya Allah, ampuni dosa kedua orang tua hamba

Sayangi mereka, jauhkan mereka dari godaan syetan

Berikanlah rahmat-Mu pada mereka

Panjangkan umur mereka dan umurku agar aku sempat membalas sgala pengorbanan mereka selama ini…..

  1. kakak2ku, atas motivasi, semangat, nasehat, dan kasih sayang kalian, atas doa dan tetesan air mata untukku.
  2. Keponakan2ku, atas keceriaan yang selalu menghangatkan rumah.
  3. Murobbiku dan para mujahid dakwah, yang telah mengajak aku ada dalam barisan dakwah ini. Semoga Allah senantiasa menguatkan ikatan hati kita, membimbing kita, dan bersama kita tapaki perjalanan dakwah yang penuh onak&duri ini. Dan semogak kelak Allah mempertemukan kita kembali di syurga sebagai para syuhada.
  4. Sahabatku Lina&Gantina, atas dukungan, motivasi, semangat, dan persahabatan kita selama ini. Kalian selalu ada disaat saya butuh, dan selalu memberikan keceriaan di saat saya jenuh. Persahabatan ini terlalu indah kalau hanya sekedar untuk dikenang, tapi persahabatan ini akan selalu ada di hati kita masing-masing walaupun suatu hari kalian akan menemukan sahabat baru.
  5. Prima, yang udah banyak bgt bantu aku. Makasih pinjeman laptopnya sewaktu ngerjain TA I. Makasih atas motivasi&semangat yang selalu kamu berikan, makasih atas keceriaannya selama ini. Dan tanpa sadar aku pun banyak belajar dari kamu. Semoga sukses ya de,…semoga do’anya untuk menikah dengan pujaan hati (I_ _ _ _) segala terkabul dan segera dapet lampu hijau dari ortu, hehehe….jaga diri ya! Jangan kelamaan pacarannya, ga baek tuh… pacarannya abis nikah aja, lebih indah dan banyak pahalanya J
  6. Arya, makasih atas nasehatnya selama ini. Saya bener-bener banyak belajar dari kamu. Makasi juga atas motivasi dan semangatnya selama ini. Maaf ya klo saya sering nyuruh-nyuruh kamu, hehehe…karena kamu orangnya baek bgt n care. Semoga sukses ya dengan amanah-amanahnya, dan cita-citanya menjadi direktur di sebuah perusahaan terkabul. Saya selalu ingat slogan kamu “ Arya…calon pemimpin bangsa”. Semoga 10-20 tahun yang akan datang saya bisa mendengar nama kamu sebagai salah satu pemimpin di negeri ini.
  7. Gilang “tape”, makasi atas semangat, motivasi, dan perhatiannya. Makasi juga udah mau dengerin keluh kesah aku selama ini. Semoga sukses ya de! Semangat ya! Setiap manusia punya kelebihan yang orang lain tidak punya itu. Betapa adil Allah, dan kita harus selalu bersyukur. Klo sudah berniat menikah jangan ditunda-tunda, hehehe…bukankah syarat diterimanya amal adalah niat yang ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasul, dan yang menyempurnakan amal adalah menyegerakan niat tersebut. Tapi tetep harus sabar ya! Allah akan mempertemukan kamu dengan jodohmu di saat yang tepat.
  8. Karina, adikku yang manis, manja, n imut. Makasi kamu selalu membuat aku merasa berharga. Motivasi dan semangat dari kamu selalu membuat aku kuat. Terima kasih ya de! Kamu adalah tetep adikku selamanya…jarak hanyalah jarak, waktu hanyalah waktu, tak ada yang akan memisahkan ikatan hati kita.
  9. Adhiti, buat aku kamu bukan hanya sekedar sahabat, atau ade. Tapi kamu juga konsultan buat aku. Makasi bgt kmu selalu ada disaat aku butuh. Perhatian dan kasih sayang kamu selama ini membuat aku selalu merasa berarti. Semangat ya de! Semoga cita-citanya terkabul dan 10-20 yang akan datang aku mendengar “ Adhiti Larasati, menteri pemberdayaan wanita” J
  10. sahabat-sahabatku di KM3, HIMATIKA, yang tidak bisa disebutkan satu-satu, yang udah banyak bgt membantu, memberikan semangat dan motivasi, selalu memberikan keceriaan. Aku tidak bisa menyebutkan nama kalian satu-satu. Tapi yang pasti kalian adalah orang-orang berarti dalam hidupku.

Ya Allah…mereka adalah orang-orang berarti bagiku

Ampuni dosa-dosanya Ya Allah…

Dan limpahkan selalu rahmat dan kasih sayangmu pada mereka

Untuk Allah di atas segalanya

Tempat bermuara cita dan cinta

Comments (1) »