Archive for August, 2008

surat cinta untuk sahabatku

Assalamu’alaykum.Wr.Wb

Sahabatku…..

bulan ramadhan telah tiba. Bersykurlah, karena Allah telah mempertemukan kembali kita dengan bulan suci ramadhan ini. Bisa jadi, ramadhan tahun ini adalah ramadhan terakhir buatku. Mungkin juga buatmu. Tak ada yang tahu apa yang Allah kehendaki untuk kita. Untuk itu, aku tidak ingin ramadhan tahun ini terlewatkan begitu saja.

Sahabatku…..

Sebelum melaksanakan shaum ramadhan ini, aku ingin membersihkan hati dari segala dosa dan kesalahan, terutama kepadamu. Mohon maaf apabila ada tutur kata yang pernah menyakitkan, sikap yang tidak berkenan di hatimu. Dan aku pun telah memaafkanmu. Aku selalu yakin, kuatnya persahabatan kita selama ini adalah bukti bahwa kita selalu saling memaafkan.

Sahabatku…..

Ramadhan adalah milikku, milikmu, milik kita semua. Marilah kita bersama-sama saling mengingatkan dan memotivasi untuk mempersembahkan ibadah terindah hanya untuk Allah semata. Semoga kita dipertemukan kembali di surga yang Allah janjikan untuk orang-orang yang bertaqwa.

Sahabatku…..

Selamat menjalankan ibadah shaum ramadhan. Semoga kita menjadi orang-orang yang bertaqwa. Maafkan selalu kesalahanku, karena aku takut ini adalah ramadhan terakhirku…

wassalam

Comments (5) »

Menjaga Semangat Ramadhan

Bismillahirrahmaanirrohiim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin. Segala puji bagi Allah yang masih memberikan karunia umur kepada kita semua sehingga kita dipertemukan kembali dengan bulan suci ramadhan. Bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

Bulan ramadhan adalah madrasah jiwa yang disiapkan oleh Allah untuk mendidik umat islam agar lebih taat kepada-Nya dan melahirkan generasi yang muttaqien.

“ Hai-hai orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” (Q.S. Albaqoroh:183).

Selama mengikuti pendidikan itu, umat islam banyak diuji. Mereka diharuskan menahan diri dari rasa lapar, haus, dan hawa nafsu pada waktu yang telah ditentukan. Pada saat itu pula keimanan umat islam diuji. Bagi mereka yang berhasil melewati ujian itu, maka Allah akan membalas dengan pahala yang berlipat-lipat.

“ Semua amal anak adam adalah untuknya, kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberinya pahala. Anak adam meninggalkan makan dan syahwatnya karena-Ku” (HR Ibnu Khuzaimah)

untuk itulah, kita harus senantiasa mempersiapkan diri agar setiap bulan suci ramadhan kita bisa beribadah dengan optimal agar menjadi muttaqien. Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi ilmu dengan siapapun yang membaca blog ini, tentang BAGAIMANA MENJAGA SEMANGAT RAMADHAN. Materi ini saya dapatkan dari sebuah acara ta’lim tarhib ramadhan pada tanggal 30 Agustus 2008 di mesjid Habibburahman oleh Ust. Udin (orang Indonesia yang menuntut ilmu di Sudan).

Menjaga semangat ramadhan

Ada hal yang harus dlakukan

  1. Penyambutan yang baik
  2. Pelaksanaan yang optimal
  3. Pengaplikasian yang Istiqomah

Penyambutan yang baik

Ada 10 cara menyambut ramadhan yang baik, yaitu :

  1. memperbanyak do’a. Sebelum ramadhan sering-seringlah berdo’a agar diberi kesempatan untuk bisa melaksanakan shaum ramadhan tahun ini, memohon kesehatan, dan memohon agar selalu bersemangat mengisi ramadhan dengan amalan sholeh, serta dihindarkan dari hal-hal yang dapat menganggu optimalisasi ramadhan.
  2. memperbanyak pujian dan syukur kepada Allah SWT. Rasa syukur yang diwujudkan dalam bentuk keta’atan kepada Allah yang semakin meningkat
  3. bergembira dan ceria menyambut ramadhan
  4. menyusun perencanaan yang baik untuk optimalisasi ramadhan
  5. tekad yang sungguh-sungguh untuk mengoptimalkan di bulan suci ramadhan kali ini. Azamkan dalam hati untuk melaksanakan apa yang telah direncanakan. Jangan sampai rencana hanyalah rencana, hanya tulisan di atas kertas yang tidak ada wujud konkritnya.
  6. Ilmu dan pemahaman yang baik terhadap hukum-hukum dan aturan-aturan ramadhan.

“ …maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui” (Q.S Al Anbiya:7)

  1. pengkondisian jiwadan ruhani melalui bacaan, telaah kitab dan buku, mendengarkan ceramah-ceramah, dsb.
  2. persiapan dan perencanaan yang baik untuk da’wah. Sesuai dengan perintah Allah agar manusia saling menasehati. Sebaiknya kita pun bisa mengajak saudara-saudara yang lain untuk mengoptimalkan ibadah shaum ramadhan, misalkan sms taushiyah, tahajud call, dll.
  3. membuka lembaran putih dengan Allah, Rasulullah, keluarga, dan lingkungan sekitar. Artinya kita berusaha agar hati kita bersih dari dosa dan kesalahan sehingga selama mengerjakan shaum kita bisa semakin dekat dengan Allah.
  4. meminta maaf kepada orangtua, kerabat dekat, sahabat, dan orang-orang disekitar kita.

Pelaksanaan yang optimal

Melaksanakan secara optimal ibadah-ibadah wajib dan menghidupkan sunnah Rasul (Shadaqoh, Qiyamul Lail, Tilawah, I’tikaf, dll). Tujuan dari optimalisasi ini adalah untuk

Meningkatkan ma’nawiyah islamiyah, tsaqofah (pemahaman) islamiyah, kesadaran islam, komitmen dalam beramal, dan untuk memakmurkan mesjid.

Pengaplikasian yang istiqomah

Setelah ramadhan, manusia terbagi dua yaitu orang-orang yang menang dan orang-orang yang kalah. Orang-orang yang menang adalah orang-orang yang bisa tetap istiqomah dalam beribadah di 11 bulan berikutnya. Orang-orang yang kalah adalah mereka yang tidak bisa optimal dan ibadahnya menurun setelah ramadhan.

Comments (1) »

Kepala 2 ekor 2

Bismillahirrahmaanirrohiim

alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji bagi Allah yang masih memberikan kenikmatan untuk tetap bisa menghirup nafas sampai saat ini. semoga Allah memberkahi sisa usia ini.

dua hari yang lalu, tepatnya tanggal 19 Agustus usiaku genap 22 tahun. mungkin sudah terbilang tua jika dibandingkan dengan usia anak kecil (ya iyalah…hehehe). kalau kata temen aku sih, dah saatnya juga mikirin 2 kepala ( apa maksudnya????…).

ga ada yang berkesan dalam miladku yang ke-22 ini. seperti biasa, saya hanya bisa merenung. tapi renungannya lebih lama daripada biasa (udah tua kali ya,hehehe…). mencoba untuk menata masa depan lebih terencana lagi (amien).

Ya Allah jadikan usiaku yang terbaik adalah penghujungnya

dan hari-hariku yang terbaik adalah dimana hari-hari aku bertemu dengan-Mu

amien…

Comments (2) »

Ku siapkan diri menuju pernikahan

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji hanyalah bagi Allah yang telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik penciptaan, kemudian menyempurnakan dengan kuasa-Nya anugerah pasangan hidup yang menyebabkan manusia merasakan ketenangan, tenteram, cinta dan kasih sayang.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, beserta para sahabat, keluarga, dan pengikutnya semua yang setia hingga akhir zaman. Nabi suci yang telah memberikan tuntunan dan contoh keteladanan dalam kehidupan keluarga. Nabi mulia yang amat menghargai rumah tangga, dengan memberikan aturan yang lengkap dan rinci dalam berbagai permasalahannya. Tidak ada agama dan system hidup manapun yang mampu memberikan penghargaan secara sempurna kepada lembaga keluarga, selain Islam.

Allah menciptakan manusia dalam bentuk yan sangat indah, dan untuk mereka Allah menciptakan pasangannya. Secara naluriah manusia akan memiliki ketertarikan kepada lawan jenis. Ada sesuatu yang amat kuat menarik, sehingga laki-laki dengan dorongan naluriah dan fitrahnya mendekati perempuan. Sebaliknya, dengan perasaan dan kecenderungan alamiyah perempuan merasakan kesenangan tatkala didekati laki-laki.

Untuk merealisasikan ketertarikan tersebut menjadi sebuah hubungan yang benar dan manusiawi, Islam datang dengan membawa ajaran pernikahan. Sebuah ajaran suci yang menampik kehidupan membujang di satu sisi, namun juga menampik kebebasan interaksi laki-laki dan perempuan di sisi lain.

KUSIAPKAN DIRI MENUJU PERNIKAHAN

Itulah salah satu sub judul dari buku “DI JALAN DAKWAH AKU MENIKAH” karangan Cahyadi Takariawan. Dari banyaknya buku tentang pernikahan yang saya baca, buku ini cukup memberikan motivasi lebih. Seperti judul bukunya, buku ini memberikan pengajaran tentang tujuan kita dalam menikah. Tidak hanya sekedar menghalalkan hubungan dua insan yang saling tertarik satu sama lain, tapi menikah di jalan dakwah memberikan orientasi pernikahan itu adalah ibadah. Bahwa berkeluarga adalah salah satu tahapan dakwah untuk menegakkan kedaulatan di muka bumi Allah.

Rasulullah SAW bersabda,

“ Apakah seseorang melaksanakan pernikahan, berarti telah menyempurnakan separuh agamanya, maka hendaklah ia menjaga separuh yang lain dengan bertaqwa kepada Allah” (HR Baihaqi dari Anas Bin Malik)

“ Menikah adalah sunahku, maka barang siapa tidak suka dengan sunahku, ia bukan golonganku. Menikahlah, karena aku akan membanggakan jumlahmu yang banyak di hari akhir nanti” (HR Ibnu Majah dari Aisyah r.a)

“ Wahai para pemuda, barang siapa telah mampu diantara kalian hendaklah melaksanakan pernikahan, karena ia dapat menundukan pandangan dan menjaga kemaluan (kehormatan). Barang siapa tidak mampu hendaklah berpuasa, karena ia menjadi benteng perlindungan” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

Dan masih banyak Al Qur’an dan Hadits yang menerangkan tentang perintah menikah. Subhanallah, islam hadir dengan system yang begitu sempurna. Masalah pernikahan pun menjadi bagian yang teramat penting dalam agama ini. Islam memang hadir sesuai dengan kebutuhan manusia. Bersyukurlah kita yang telah memilih islam sebagai jalan hidup.

Lalu, kapan kita siap menikah? Begitu banyak alas an menunda pernikahan. Belum mendapatkan pekerjaan tetap, belum mapan, belum dapet izin ortu, masih ingin bebas main, ingin kuliah ampe S2 dulu, dan banyak lagi segudang alasan. Ga jadi masalah klo menunda pernikahan karena ada alasan syar’i, yang penting kita bisa menjaga diri sehingga kita terjerumus ke lubang dosa. Dan yang paling penting jangan menjadikan alasan untuk berpacaran.

Memang, klo kita pikir-pikir menikah terasa berat dengan kondisi kita yang belum mendapat pekerjaan, bahkan mungkin masih kuliah. Tapi klo jika hati kita mulai gelisah karena ada perasaan ketertarikan terhadap seseorang (sampai susah tidur, susah konsentrasi, dll), mulai tidak bisa menahan pandangan, mulai tidak bisa menahan diri, dan menikah sudah menguasai alam sadar kita, sampai tiap detik yang terpikir itu aja, saya sarankan anda untuk segera menikah, hehehe… Klo pernikahan bisa menentramkan hati, kenapa harus ditunda? J

Tapi yang pasti, dari mulai saat ini kita harus mempersiapkan diri kita untuk menuju ke jenjang itu. Apalagi kita ingin calon pasangan hidup yang baik. Ikhitiar pertama yang harus kita lakukan untuk mendapatkan pasangan yang baik adalah memperbaiki diri terlebih dahulu .

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita yang keji (pula). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik (pula). (QS An-Nur:26)

Sambil memperbaiki diri, kita harus terus menggali ilmu tentang pernikahan. Hukum, etika, aturan, dan pernak-pernik pernikahan dan kerumahtanggaan harus kita kuasai sebelum menikah. Selain itu kesiapan fisik dan materi juga. Persiapan material sebelum pernikahan dimaksudkan lebih kepada kesiapan pihak laki-laki untuk menafkahi dan kesiapan perempuan untuk mengelola keuangan. Seseorang laki-laki harus sudah memiliki pandangan dan rancangan untuk melakukan tindakan ekonomi tertentu, yaitu usaha-usaha yang halal. Mengenai berapa penghasilan yang didapatkan dari usaha tersebut jangan dijadikan tolak ukur utama untuk menilai kesiapan menikah. Yang penting etos kerja dari pihak laki-laki untuk berusaha mencari nafkah dengan seluruh kemampuan yang dimiliki.

Nah, klo dah siap dan mantap secara ruhiyah, baru lah kita berikhtiar mencari calon pasangan hidup. Ta’aruf adalah metode yang paling tepat. Terserah jalannya mau seperti apa, lewat murabbi, lewat teman, atau mungkin langsung juga gpp, asalkan tetap menjaga syari’at. Yang penting kita harus selalu yakin bahwa Allah pasti akan memberikan kita jodoh terbaik untuk kita. Jodoh itu hak veto Allah. Makanya klo sedang mencari jodoh yang harus dilakukan secara intens adalah kedekatan kita dengan Allah, bukan semakin dekat dengan laki-laki/wanita yang kita harapkan menjadi jodoh kita. Insya Allah klo kita memasrahkan semuanya kepada Allah, walaupun kita belum kenal sama sekali sebelumnya, baru bertemu dengan calon kita hanya beberapa kali pertemuan, itupun tidak berudaan karena untuk menjaga diri, klo emang dia jodoh kita, pasti Allah akan memantapkan hati kita untuk memilihnya. Insya Allah kita ga akan suka atau benci duluan, apalagi ama orang yang belum kita kenal sebelumnya. Hehehe, serulah ta’aruf itu. ^_^

Hati adalah pusat pengambilan keputusan. Agar tidak salah mengambil keputusan maka hati kita harus bersih. Oleh karena kita harus semakin mendekatkan diri kepada Allah, agar hati ini bersih.

Allah pasti akan mempertemukan kita dengan jodoh kita di waktu yang tepat, maka bersabarlah sampai waktu yang Allah tentukan itu tiba. Yang penting terus berusaha dan berdo’a.

“ Ya Allah jadikan aku ridha atas ketetapan-Mu. Berkahkanlah untukku berkaitan dengan takdir-Mu, sehingga aku tidak ingin disegerakan sesuatu yang Engkau tunda, dan tidak ingin menunda sesuatu yang Engkau segerakan. Jangan biarkan tubuhku cenderung mencari hal-hal yang bukan milikku”

Comments (2) »

TERIMA KASIH

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat serta salam untuk nabi besar Muhammad SAW, suri teladan manusia sampai akhir zaman.

Puji syukur kepada-Mu Ya Rabb, atas segala kenikmatan yang tak terhitung, yang tidak bisa tergantikan oleh apapun.

Terima kasih untuk

  1. Kedua orangtua, atas kasih sayang dan cinta kalian, atas do’a-do’a kalian yang selalu kalian panjatkan untukku, atas peluh keringat yang kalian perjuangan untukku, atas tetesan air mata sedih&bahagia untukku, atas segala yang telah kalian berikan. Tak bisa ku balas semuanya. Semoga Allah SWT membalas kalian.

Ya Allah, ampuni dosa kedua orang tua hamba

Sayangi mereka, jauhkan mereka dari godaan syetan

Berikanlah rahmat-Mu pada mereka

Panjangkan umur mereka dan umurku agar aku sempat membalas sgala pengorbanan mereka selama ini…..

  1. kakak2ku, atas motivasi, semangat, nasehat, dan kasih sayang kalian, atas doa dan tetesan air mata untukku.
  2. Keponakan2ku, atas keceriaan yang selalu menghangatkan rumah.
  3. Murobbiku dan para mujahid dakwah, yang telah mengajak aku ada dalam barisan dakwah ini. Semoga Allah senantiasa menguatkan ikatan hati kita, membimbing kita, dan bersama kita tapaki perjalanan dakwah yang penuh onak&duri ini. Dan semogak kelak Allah mempertemukan kita kembali di syurga sebagai para syuhada.
  4. Sahabatku Lina&Gantina, atas dukungan, motivasi, semangat, dan persahabatan kita selama ini. Kalian selalu ada disaat saya butuh, dan selalu memberikan keceriaan di saat saya jenuh. Persahabatan ini terlalu indah kalau hanya sekedar untuk dikenang, tapi persahabatan ini akan selalu ada di hati kita masing-masing walaupun suatu hari kalian akan menemukan sahabat baru.
  5. Prima, yang udah banyak bgt bantu aku. Makasih pinjeman laptopnya sewaktu ngerjain TA I. Makasih atas motivasi&semangat yang selalu kamu berikan, makasih atas keceriaannya selama ini. Dan tanpa sadar aku pun banyak belajar dari kamu. Semoga sukses ya de,…semoga do’anya untuk menikah dengan pujaan hati (I_ _ _ _) segala terkabul dan segera dapet lampu hijau dari ortu, hehehe….jaga diri ya! Jangan kelamaan pacarannya, ga baek tuh… pacarannya abis nikah aja, lebih indah dan banyak pahalanya J
  6. Arya, makasih atas nasehatnya selama ini. Saya bener-bener banyak belajar dari kamu. Makasi juga atas motivasi dan semangatnya selama ini. Maaf ya klo saya sering nyuruh-nyuruh kamu, hehehe…karena kamu orangnya baek bgt n care. Semoga sukses ya dengan amanah-amanahnya, dan cita-citanya menjadi direktur di sebuah perusahaan terkabul. Saya selalu ingat slogan kamu “ Arya…calon pemimpin bangsa”. Semoga 10-20 tahun yang akan datang saya bisa mendengar nama kamu sebagai salah satu pemimpin di negeri ini.
  7. Gilang “tape”, makasi atas semangat, motivasi, dan perhatiannya. Makasi juga udah mau dengerin keluh kesah aku selama ini. Semoga sukses ya de! Semangat ya! Setiap manusia punya kelebihan yang orang lain tidak punya itu. Betapa adil Allah, dan kita harus selalu bersyukur. Klo sudah berniat menikah jangan ditunda-tunda, hehehe…bukankah syarat diterimanya amal adalah niat yang ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasul, dan yang menyempurnakan amal adalah menyegerakan niat tersebut. Tapi tetep harus sabar ya! Allah akan mempertemukan kamu dengan jodohmu di saat yang tepat.
  8. Karina, adikku yang manis, manja, n imut. Makasi kamu selalu membuat aku merasa berharga. Motivasi dan semangat dari kamu selalu membuat aku kuat. Terima kasih ya de! Kamu adalah tetep adikku selamanya…jarak hanyalah jarak, waktu hanyalah waktu, tak ada yang akan memisahkan ikatan hati kita.
  9. Adhiti, buat aku kamu bukan hanya sekedar sahabat, atau ade. Tapi kamu juga konsultan buat aku. Makasi bgt kmu selalu ada disaat aku butuh. Perhatian dan kasih sayang kamu selama ini membuat aku selalu merasa berarti. Semangat ya de! Semoga cita-citanya terkabul dan 10-20 yang akan datang aku mendengar “ Adhiti Larasati, menteri pemberdayaan wanita” J
  10. sahabat-sahabatku di KM3, HIMATIKA, yang tidak bisa disebutkan satu-satu, yang udah banyak bgt membantu, memberikan semangat dan motivasi, selalu memberikan keceriaan. Aku tidak bisa menyebutkan nama kalian satu-satu. Tapi yang pasti kalian adalah orang-orang berarti dalam hidupku.

Ya Allah…mereka adalah orang-orang berarti bagiku

Ampuni dosa-dosanya Ya Allah…

Dan limpahkan selalu rahmat dan kasih sayangmu pada mereka

Untuk Allah di atas segalanya

Tempat bermuara cita dan cinta

Comments (1) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.