Archive for October, 2008

sebuah catatan hati dalam perjalanan

bismillaahirrahmaanirrohiim

alhamdulillah,,,waktu hari sabtu tgl 11 Oktober 2008 lalu saya dan teman-teman jalan2 ke ciwidey. tepatnya ke Kawah Putih dan Situ Patenggang.perjalanan yg menyenangkan…ya walaupun ga banyak yg ikut,tapi keceriaan dan kebersamaan itu sangat terasa.

ada hal penting yg menjadi catatan hati waktu jalan2 ksana.sebenarnya, kemanapun saya pergi hal itu slalu ada dalam pikiran dan hati saya.bahkan,dari mulai saya melangkahkan kaki dari rumah.

waktu sampe di kawah putih,qta akan dimanjakan dengan udara yg sejuk, dingin, pemandangan yg indah, subhanallah…jadi teringat akan kebesaran-Nya. Allah Maha Adil, Dia ciptakan udara panas, tapi dia juga ciptakan udara dingin. Nikmat mana lagi yang kau dustakan?

setelah dari kawah putih qta menuju Situ Patenggang.sepanjang jalan mata ini sejuk skali melihat hamparan hijau kebun teh yang berbukit-bukit.subhanallah….Nikmat mana lagi yang kau dustakan?

belum lagi di situ patenggang, udara sejuk, danau yang tenang, dan kesetiaan alam menemani qta dalam perenungan kebesaran-Nya.

tapi bukan hanya itu yg menjadi catatan hati saya. ada sesuatu yg tidak pernah lepas dari benak saya,yaitu orang2 yg saya lihat di sekitar saya. penjual makanan, penjual oleh2, petugas di tempat wisata itu.ada ibu2,bapak2,anak2,sampe nenek2 n kake2 pun ada.saya bangga pada mereka. orang2 yg tidak pernah menyerah dengan keadaan,pekerja keras. tapi terkadang saya juga kasian liat mereka.

berapa ya penghasilan mereka? cukup ga ya buat menafkahi keluarganya? kenapa anak kecil itu bekerja? kenapa ibu2 itu bekerja?anak2 itu sekolah ga ya?

itulah pertanyaan2 yg ada dibenak saya.

ada dua kejadian yg membuat saya merasa sangat bersalah. pertama, waktu di situ patenggang. jadi waktu saya dan teman2 lagi duduk sambil ngobrol2, ketawa2, becanda, ada seorang bapak dan anak (mungkin anaknya) penjual minuman yang diam ga jauh dari kita. mereka terus melihat kita.saya berpikir, mereka sangat berharap sekali kita membeli dagangannya. dan mungkin dia juga ingin merasakan kegembiraan seperti kita. mungkin enak rasanya hidup dengan serba kecukupan, bahkan mungkin lebih sampai kita bisa jalan2. tertawa, becanda, seolah lepas tanpa beban.saya pikir, mungkin itu yang ada dibenak bapak dan anaknya itu. aduh…jadi ngerasa ga enak. saya hanya bisa berdo’a semoga mereka dicukupkan rizkinya dan mendapatkan kebahagiaan seperti apa yg mereka inginkan.

kedua, pas kita mau pulang. di parkiran ada bapak yang menawarkan makanan.agak memaksa. seribu kata2 dia keluarkan agar kita mau membeli. tapi tak satupun yang kita hiraukan.peluh keringat sudah membasahi tubuhnya.ada kekhawatiran dalam wajahnya tidak bisa membawa pulang uang yang cukup untuk keluarganya. ada harapan jualannya laku banyak. padahal waktu sudah hampir senja. dagangan di tangannya masih banyak. ya…itulah catatan hati buat saya.

dengan kejadian ini, saya semakin banyak bersyukur akan nikmat yg Allah berikan untuk saya. dan untuk mereka….saya hanya bisa berdo’a, dan semakin menguatkan hati untuk memperjuangkan apa yg seharusnya menjadi hak2 orang miskin. semoga suatu hari saya bisa mrwujudkannya. amien

Comments (1) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.