Beberapa bulan lagi kita akan menyelengarakan pesta demokrasi. Foto-foto calon anggota dewan menghiasi setiap sudut kota tanpa memperhatikan estetika kota. Bendera-bendera partai pun berkibar dimana-mana, yang menggambarkan kesiapan mereka dalam menghadapi ’pertarungan’ yang akan segera dimulai. Semangat membara berkobar di tiap tubuh partai. Bahkan saking semangatnya, belum apa-apa sudah ada pertarungan dalam partai itu sendiri. Suasana pun semakin memanas ketika begitu banyaknya orang yang ingin jadi pemimpin. wuiHhhh…makin seru aja ni pertarungan…
Sesaat aku harus menghela nafas. Kondisi ini tidak membuat aku bangga akan negeri ini. Bayangan masa lalu masih terus mengantuiku, dimana pesta demokrasi tahun sebelumnya aku mendengar jutaan janji dan mimpi-mimpi. Aku banyak berharap akan ada perubahan. Apalagi ketika itu untuk pertama kalinya kita memilih wakil rakyat dan presiden. Tapi pada kenyataannya, wakil rakyat yang duduk di istana megah itu, yang seharusnya bisa mewujudkan aspirasi rakyat, malah menjadi penghianat bagi rakyat. Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’un….. astagfirullah…… kata –kata yang terucap saat mendengar berita tentang korupsi anggota dewan, skandal sex, dan perilaku mereka yang tidak mencerminkan wakil rakyat. [Sebelumnya maaf, tulisan di atas hanya untuk orang-orang yang terbukti melakukan hal seperti itu. Saya juga tahu dan yakin, masih ada anggota dewan yang memang sungguh-sungguh ingin memperjuangkan rakyat, dan bersih dari perilaku buruk].
Melihat kondisi seperti itu, rasanya males sekali tahun ini harus memilih lagi. Saya takut kejadian yang lalu akan terulang. Saya takut mereka yang terpilih akan meneruskan tradisi sebelumnya. Kalau gitu…GolPut Aja aAh… klo golput kan, kita ga akan berdosa karena telah milih orang yang salah.
Tapi, pemikiran seperti itu salah teman. Bahkan bisa berakibat fatal. GOLPUT TIDAK AKAN MENYELESAIKAN MASALAH. Hanya akan menambah masalah. Dengan golput berarti kita membiarkan orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk menang, untuk memenuhi ambisinya menjadi anggota dewan yang terhormat, melenggang berjalan dengan mulus menuju istana [gedung DPR,red].
Bagaimana pun roda kehidupan terus berjalan, dan kita ada dalam perjalanan roda kehidupan itu. Kita ada dalam sistem demokrasi ini, kita tinggal di Indonesia. Jangan sampai kita membiarkan orang-orang seperti itu menguasai negara ini. Kita harus menentukan siapa yang bener-bener layak menjadi wakil rakyat. Saya yakin, pasti ada. Mungkin kita belum menemukan orang hebat untuk menjadi wakil kita, untuk menjadi pemimpin kita, tapi pasti kita punya orang yang keburukannya paling kecil. Ya…pilihlah partai atau anggota dewan, atau presiden yang memiliki keburukan paling kecil. Pasti ada!
Roda kehidupan ini pun terus berputar. Semoga tahun ini roda itu ada di atas. Sehingga kehidupan kita lebih baik. Semoga Allah menghantarkan hati kita untuk condong memilih kepada wakil rakyat yang bener-bener layak untuk kita. Amien


